Berbeda dengan gunung-gunung teknis seperti Everest, Kilimanjaro bisa didaki oleh siapa saja yang punya tekad dan persiapan cukup, meski tanpa pengalaman mendaki gunung es. Inilah yang membuatnya jadi pilihan populer bagi banyak pendaki dari seluruh dunia.
Meski medannya tidak terlalu ekstrem, tantangan tetap ada—terutama soal ketahanan fisik dan penyesuaian diri terhadap ketinggian. Banyak orang justru gagal bukan karena jalur yang sulit, tapi karena terkena acute mountain sickness (AMS).
Jadi, kuncinya adalah aklimatisasi yang baik dan mendaki dengan ritme yang santai. Dengan pendekatan yang tepat, siapa pun bisa menikmati keindahan dan kebanggaan berdiri di puncak Afrika.
